Apr 25 2010

Road Trip and Sat-Nav System

Sat NavI was worried as one of my guest to my wedding who comes from London were driving all the way to Edinburgh, and as I mentioned before, none of us knows anything about Edinburgh at all. She might have been to Edinburgh before, as she said, but it was on business trip, and I am pretty sure that she was flying in to Edinburgh.

This time she had to drive to Edinburgh, I am sure she could find her way out when it comes to intercity driving, as the map and the signage along the way was very clear. I’ve done that (navigating from London to Bristol) relying on UK map and the sign post along the road – considering I am an Indonesian tourist. But when entering the city, with some roadwork, one way street system, traffic lights and not to mention the traffic jam…. I don’t think it’s that easy….

But to cut the story short, she made it. Arrive in time for my wedding. Later on when we asked her, how she managed to find the hotel easily and without getting lost, she said it was really easy. She is using “Sat-Nav” which helped her a great deal.

“It’s very easy to work with; just in put the post code address, and it’ll direct you there…” that was her answer when we asked her how it works.

Normally I am the gadget freak; whenever we travel, I never forgot my gadget toys, from mobile, laptop, to camera, “Come on Nin, how come you are not updated on these things…. I thought you are the gizmo kid …. “ that was Keith commented on me for not urging to use Sat Nav system. To be honest, the reason I did not insist of doing so is because I had a bad experience using Sat Nav in the US. My Sat Nav device did not work and we were force to return it to the Car Hire Company.

TomTomAnyway, as she managed to convince us how easy it was, and I saw how it works, we decided to give it a try when we hired a car to travel around Scotland. Tomtom, the brand of the satnav gizmo Avis Car Hire gave us, and they charged extra for this.

I must admit, it is so much easier now than 3 years ago… and by just inputting the post code of the next hotel in St Andrews, TomTom did not fail us. It gets us there, thru the shortest and least traveled way, and maybe more scenic road as well.

Here we are... in St Andrews

Here we are... in St Andrews


Mar 6 2010

Visa for Qatar (or for TCN)

visaEarly on in one of my post I wrote about visa for Indonesian traveler, and how difficult it is to get a visa, if an Indonesian wants to travel to other countries. Only certain countries giving us a no visa requirement if we want to visit their country, but most of the countries requires us visa.

Now, for those who’s not familiar in traveling or for those who has easy access for most of the countries in the world, visa means nothing. However, visa is still required for certain destination. What is visa anyway? It is that thing from the country of your destination that stuck on your passport and says that you are permitted to enter that country for a certain period.

From those who come from TCN, a certain paper works are required prior to get that stamp. Around 20 years ago, for Indonesian who wants to visit European countries, the requirements are: fill in a form from that you could obtain from the embassy, passport photo, booking ticket that shows the returned date, pay a certain amount of fee, and off course your passport. You will get your visa stamp in your passport after a few days.

Now, things are getting more complicated, more paper works to be done prior getting your visa stamp. Continue reading


Mar 5 2010

Visa for Qatar

visa2Here is a question: “How do I get my lady friend to Qatar? There are two options:

  1. Book a hotel and let the hotel arrange a visit visa for her. But what if I want her to stay with me? This is where things are getting complicated.
  2. Several conditions applies if I would like to invite somebody to visit Qatar:
  • In the condition if I work in a company that directly sponsored me to work in Qatar, I will have to ask the company whom I work with to arrange a visa.
  • In the case I am a  wife with a residence permit visa/dependant visa on my passport instead of a working visa, then I could not invite her, I need my husband’s company to sponsor her.
  • In the case I am a man would like to invite my lady friend, this is not possible unless I have my wife staying with me. This means, single man could not invite his lady friend to visit him in Qatar. And vice versa applies; single woman could not invite her man friend to visit.
  • In the case of I am an older woman would like to have my adult son to visit me. This is not possible especially if we have different surnames.
  • In the case that I want my old parents to visit me? Tough luck, Continue reading

Oct 15 2009

Menyeberang ke Qatar

nt-091014 crossingSaya memang terbang dengan Business Class, dari Manama Bahrain ke Qatar; barang yang saya bawa juga seadanya, meskipun terus exceed the limit, tapi permasalahan belum selesai disitu. Bagaimana dengan barang-barang yang lain? seperti TV misalnya dan mobil kami? dan yang paling penting buat saya mungkin adalah Keith, dia masih tertinggal di Bahrain!

Gambar disebelah ini tidak benar-benar merekfleksikan apa yang terjadi pada saya, tapi begitulah kira-kira Keith akan menyeberang ke Qatar, dengan mobil dan sebagian barang-barang yang tersisa. Sebagian barang yang lain sudah di angkut oleh perusahaan expedisi.

Sebenarnya ini mungkin bukan perjalanan istimewa cuma kira-kira 142 km saja, tapi ini dengan pesawat dan cuma ditarik garis lurus terdekat antara Manama dan Doha, tapi jarak ini jadi berbeda pada saat perjalanan ditempuh dengan mobil dan melalui tanah Saudi Arabia.

Dari apartemen tempat kami tinggal hingga perbatasan dengan Saudi mungkin tidak seberapa, cuma kira-kira 20 menit saja; perjalanan dari perbatasan Bahrain dengan Saudi sampai dengan perbatasan berikut, antara Saudi dan Qatar, ‘hanya’ maksimum 335 km, atau sama dengan Jakarta-Pemalang saja, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan didalam negara Qatar, atau dari Abu Samra ke Doha, yang cuma akan memakan waktu kira-kira satu setengah jam sampai dua jam, tergantung kemacetan di jalan.

Dengan kondisi jalan yang  sangat baik atau setara dengan jalan tol Jakarta – Bogor, secara matematika, dengan jarak tempuh kurang dari 450 km dan katakanlah kecepatan rata-rata adalah 90 km per jam, maka Manama-Doha bisa dicapai dalam waktu kurang lebih 5 jam saja, dan ditambah mungkin urusan diperbatasan, maka paling lambat waktu Keith akan tiba di Doha enam jam kemudian.

Untuk kebanyakan orang Palestina perjalanan seperti ini adalah hal biasa. Mereka biasa melakukan perjalanan dari Doha hingga Amman (di Jordania). Dengan sebagian besar perjalanan adalah di tanah Saudi, perjalanan itu mereka tempuh antar 10 sampai dengan 20 jam, tergantung dari kecepatan mengemudinya. Untuk teman-teman orang Indonesia yang tinggal di Qatar, perjalanan inipun biasa, untuk mereka yang melakukan Umroh dari Qatar ke Saudi (lihat peta)

arabianmap

Untuk Keith perjalanan ini sebenarnya juga tidak terlalu istimewa. Pertama kali dia melakukan perjalanan ini adalah dari Riyadh ke Ras Al Kheima, 31 tahun yang lalu; perjalanan epicnya dari Riyadh hinggal London, naik mobil, bersama keluarganya, sekitar duapuluh tahun yang lalu, waktu tempuhnya sekalian mampir-mampir hampir tiga minggu sendiri.

Tapi perjalanan ini jadi berbeda, karena dia tidak cuma berkunjung ke negara lain dan lalu kembali;  dia juga mengexport mobilnya, perjalanan ini oneway, tidak kembali lagi ke Bahrain, dengan segala macam barang yang dibawanya dalam mobil itu beserta mobilnya; artinya dia mengexport mobil tersebut beserta isinya. Surat-surat yang harus disiapkannya pun berbeda dengan kalau melakukan umroh misalnya.

Lalu dokumen apa saja yang harus disiapkan? ini listnya:

  • Transit visa ke Saudi, yang mana berlaku untuk pengemudinya yang berlaku selama 3 hari. Mengurus transit visa ini sebenarnya mudah, cuma jadi agak lama apabila kedutaan Saudi tutup, dan mereka biasanya libur panjang pada saat Eidl Fitri. Jadi harus pandai-pandai mengatur waktu perjalanan. Khusus untuk Bahrain, pengurusan transit visa Saudi ini di sub kontrak kan pada agen perjalanan yang mereka tunjuk di Bahrain.
  • Ada visa khusus untuk mobilnya yang juga menjadi bagian dari dokumen perjalanan itu. Visa ini bisa di mintakan pada agen perjalanan tersebut.
  • car registration-nt-091015Nomor mobil Bahrain harus diganti, tidak lagi dengan nomor mobil Bahrain yang biasa, tapi dengan nomor mobil export. Untuk kepengurusan yang ini, dilakukan di kantor polisi dengan mengembalikan nomor asli dan menggantinya dengan nomor export. Masa berlaku nomor export ini cuma tiga minggu saja; artinya mobil tersebut harus meninggalkan Bahrain dalam waktu kurang dari 3 minggu, lebih dari itu, maka kadaluarsa.
  • Asuransi untuk mobil untuk melakukan perjalanan di Saudi dan di negara tujuan yang berlaku selama tiga minggu, sebelum asuransi ini diperbaharui di negara tujuan. Walaupun kita tidak mengharapkan terjadi kecelakaan, tapi asuransi ini adalah sesuatu yang harus dan di periksa di perbatasan. Polis asuransi bisa dibeli di perusahaan asuransi dekat denga perbatasan antara Bahrain dan Saudi, dan itu bisa dilakukan pada hari keberangkatan.
  • Pajak mobil. ini yang paling penting dan membutuhkan waktu yang agak lama untuk mengurusnya. Pajak pembelian mobil biasanya di keluarkan pada saat membeli mobil di tempat tertentu dan sesuai dengan nomor mesin dan nomor registrasi mobil tersebut. Tapi pada saat nomor registrasi mobil berubah, tentunya surat-suratnya pun menjadi berubah disesuaikan dengan nomor registrasi eksport yang baru. Surat-surat ini dikeluarkan oleh dealer mobilnya, jadilah Keith harus mengurusnya dengan perusahaan mobil Honda yang menjual mobil tersebut.
  • Mobil ini bisa di import masuk Qatar apabila pemilik mobil ini memiliki visa tinggal (Residence Permit) di Qatar atau minimal visa kerja. Apabila Keith tidak memiliki visa ini maka dia tidak bisa mengimport/mengendarai mobil ini masuk ke Qatar, walaupun dia berhasil menyeberang melalui Saudi.

Semua urusan dokumen perjalanan beres maka berangkatlah Keith menyeberang melalui tanah Saudi dengan semua barang-barang sisa, meninggalkan aparteman kami di Doha yang sekarang kosong.

Blog Widget by LinkWithin